AGES

slide

Rabu, 29 Juli 2009

KEADILAN MASIH ADAKAH???

Hukum, adalah aturan yang berlaku untuk semua masyarakat. Keadilan yang mutlak tanpa melihat status, jabatan, serta agama bagi pelaku hukum. tapi mengapa di negara kita (Indonesia ) hukum selalu di jadikan yang ke dua.
kadang-kadang ada ungkapan, bahwa hukum bisa di beli. dimulai dari kita ( warga negaranya sendiri ) yang banyak kurang sadar hukum.
sya suka malu dan sedih ketika banyak masyarakat melakukan pelanggaran hukum mulai dari yang terkecil seperti pelanggaran lalu luntas, hingga yang terbesar seperti korupsi.
padahal apakah mereka tak malu telah melanggar hukum, masyarakat indonesia telah menjadi masyarakat hedonis, egois, terkadang bila di tegur malah sok pintar ( padahal memang salah ).
saya pernah beradu argumen dengan salah satu oknum dari kepolisian perihal pelanggaran lalu lintas. padahal saya tidak melakukan pelanggaran.tetapi oknum tersebut tetap bersikeras saya melakukan pelanggaran.bukan karena saya tidak mau mengakui kesalahan saya, padahal saat itu saya sudah melakukan aturan dengan baik dan benar. saya jalan pada saat lampu hijau, tetapi pada saat di tengah jalan lampu berganti kuning, masa saya harus berhenti.!!! Saya tetap jalan saja, tetapi di depan saya malah di berhentikan oleh oknum polisi tersebut. dia berkata saya telah menerobos lampu merah. apakah saya salah dalam hal ini????
lebih kesal lagi, oknum polisi tersebut memberhentikan mobil, lalu polisi tersebut menghampiri mobil tersebut. saya di cuekin... :<. lalu saya ikuti dia, sayakaget ternyata dengan uang 10.000 Rupiah pelanggaran yang benar-benar pelanggaran lalu lintas bisa selesai tanpa banyak bicara...
apakah segitu buruknya hukum di indonesia???
saya sangat kecewa atas perlakuan tersebut, karena oknum tersebut telah membuat jelek nama korps POLSRI. Di mana keadilan bisa di dapat tapi banyak oknum-oknum/ mafia yang lihai dalam hukum menjadikan ladang uang. Ada kata-kata " Ada duit lo bisa lakukan apa aja, duit yang berbicara ". Apakah semua bisa di beli oleh uang?
saya tak munafik, yang saya lihat seperti itu, seperti Melamar jadi anggota AKPOL/AKLMIL, CPNS. tanpa uang serta koneksi jabatan jangan harap mudah jadi abdi negara.
ORANG-ORANG seperti ITULAH YANG MENGHANCURKAN INDONESIA KE DALAM KEHANCURAN.
Hanya 1 berbanding 1.000 orang yang jujur...
apakah kalian seperti itu??
masihkah ada orang yang mempunyai Moralitas, tanggung jawab, serta etika dan etiket tinggi dalam menjalankan sumpah serta tugas yang diberikan dengan baik????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar